Hari Ini:

Jumat 17 Nov 2017

Jam Buka Toko:

08.00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

08561706113
085691692010

SMS/Whatsapp:

08561706113
085691692010

BB Messenger:

5D9AC1F9
5AF477CB

Email:

tokokarismasusu@gmail.com

Alamat Toko

Karisma Milkshop :

Cabang:

-Perum Ruko Telaga Pasiraya blok A No.49 Kelurahan Sukasari kecamatan Serang Baru, Cikarang-Bekasi

-Jl Raya Serang dekat dengan POM bensin Cicau Serang

-Perum KSB Bundaran ke-3 Ruko Blok E No.17

Testimoni

Pembayaran Melalui

Rek : 522.944.932
An. Devi Eryani
Rek : 156.00.100.6097.0
An. Devi Eryani
Rek : 284636246
An. Devi Eryani
Rek : 0319-01-026443-50-2
An. Devi Eryani

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Anak

02 Agustus 2016 - Kategori Blog

Ayah Bunda sahabat Karisma Bingung dengan anak yang Alergi susu sapi, Maka kami hadir dengan solusi agar anak tetap mendapatkan asupan bergizi walapun bukan dari susu sapi.

Mari kita simak yuk, Mariiii…

Sebelum membahas solusi perhatikan gejala umum anak alergi atau tidak tethadap susu sapi

Gejala Secara Umum

Selain pengelompokan di atas, pada dasarnya secara umum ciri-ciri bayi alergi susu sapi antara lain:
  1. Gangguan saluran cerna yang ditandai dengan gejala sering muntah atau gumoh. Mengalami kembung dan cegukan. Tak jarang pula bayi terlihat sering buang angin, mulet atau ngeden juga cenderung leboh rewel dan gelisah utamanya di malam hari. Bayi yang terkena alergi susu sapi juga cenderung sering buang air besar meski pada kondisi tertentu ditemukan bayi yang malah menderita konstipasi. Adapun kotoran bayi yang terserang alergi umumnya cair berwarna hijau dengan bau yang lebih tajam. Ciri lainnya adalah terjadinta Hernia Umbilikalis atau area pusar menjadi menonjol, Scrotalis Inguinalis atau benjolan di daerah selangkangan dan juga buah zakar.
  2. Kulit menjadi sensitive dan sering muncul bintik atau bisul berwarna merah utamanya di bagian pipi dan sekitar mulut juga telinga. Muncul puka kerak di bagian kulit kepala dan muncul bercak berwarna hitam pada kulit layaknya bekas gigitan nyamuk. Selain itu, mata, telinga juga area rambit sering terasa gatal yang dibarengi dengan kondisi dimana kelenjar pada bagian belakang kepala membesar. Hal lain yang menjadi ciri-ciri bayi alergi susu sapi adalah kotoran telinga yang berlebih dan berbau tajam
  3. Ciri lainnya ada pada lidah yang sering ditumbuhi bercak putih sepert jamur. Sementara itu bibir bayi cenderung kering dan bibir bawah tepatnya pada bagian tengah berwarna lebih gelap kebiruan.
  4. Nafas berbunyi atau Hipersekresi Bronkus. Napas ini berbunyi dan disertai dengan batuk terutama di malam hari dan hilang di pagi hari.
  5. Hidung bayi menjadi lebih sensitive. Sering menderita bersin, pilek dan kotoran di hidung jadi lebih banyak. Bayi dalam kondisi ini umumnya sering tersedak sebab saluran pernapasannya tersumbat dan bernapas hanya dengan 1 lubang hidung.
  6. Mata menjadi lebih sensitive dan juga sering berair dan dipenuhi kotoran atau belekan.
  7. Produksi keringat bayi jadi berlebih walau suhu dingin sekalipun. Keringat biasanya muncul di bagian dahi.
  8. Ciri-ciri bayi alergi susu sapi lainnya adalah berat badannya yang berlebih atau bisa juga kurang. Hal ini dipicu kecenderungan bayi meminta minuman secara berlebihan demikian halnya sebaliknya.
  9. Saluran kencing menjadi tergangu. Umumnya gejalanya berupa warna urin yang cenderung orange atau merah

 

Laktosa intoleran adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mencerna laktosa, tipe gula alami yang terkandung di dalam susu. Gejalanya adalah diare, kembung, kram perut bagian bawah, dan muntah. Biasanya gejala ini akan muncul 30 menit – 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi

Merasa anak Anda mengalami alergi susu sapi? Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Guna memastikan diagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Baik pemeriksaan darah, feses, atau tes alergi pada kulit si Kecil. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda.

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan susu kepada anak saat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anak Anda mengalami alergi susu. Jangan panik jika ternyata hasilnya positif, lakukanlah beberapa hal ini.

  • Hindari memberikan susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.
  • Anda juga perlu menghindari produk susu dan olahannya jika Si Kecil masih meminum ASI. Karena protein susu yang menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI, dan akan berbahaya jika terminum olehnya.
  • Jika Anda memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu anak dengan menggunakan susu formula berbahan dasar kedelai.
  • Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi.

Siasati Nutrisinya dengan Cara Ini

Vitamin-susu-kedelai

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Anda bisa menyiasatinya dengan mengganti susu sapi dengan kedelai memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya. Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain di luar agar terpapar sinar matahari. Hal inilah yang dapat membantu anak Anda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama anak terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

Sekalipun anak terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti untuknya. Agar kesehatan anak Anda terjaga dan anak tumbuh dengan tulang yang kuat.

Itu sekilas info yang dapat kami berikan ya Sahabat Karisma, Semoga Bermanfaat.

“KARISMA SAHABAT ANAK HEBAT”