Hari Ini:

Sabtu 23 Sep 2017

Jam Buka Toko:

08.00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

08561706113
085691692010

SMS/Whatsapp:

08561706113
085691692010

BB Messenger:

5D9AC1F9
5AF477CB

Email:

tokokarismasusu@gmail.com

Alamat Toko

Karisma Milkshop :

Cabang:

-Perum Ruko Telaga Pasiraya blok A No.49 Kelurahan Sukasari kecamatan Serang Baru, Cikarang-Bekasi

-Jl Raya Serang dekat dengan POM bensin Cicau Serang

-Perum KSB Bundaran ke-3 Ruko Blok E No.17

Testimoni

Pembayaran Melalui

Rek : 522.944.932
An. Devi Eryani
Rek : 156.00.100.6097.0
An. Devi Eryani
Rek : 284636246
An. Devi Eryani
Rek : 0319-01-026443-50-2
An. Devi Eryani

Mengenal Ciri-Ciri Vaksin Palsu

29 Juli 2016 - Kategori Blog

wp-1466767063021

Siapa yang tidak digegerkan dengan berita tentang Vaksin Palsu. Pasti Ayah Bunda Sahabat Karismapun telah bertanya-tanya, was-was apakah sibuah hati tercinta mendapatkan vaksin palsu atau tidak. Artikel kami kali ini akan memberikan informasi tentang vaksin palsu.

Belakangan ini dunia kesehatan tanah air digemparkan oleh ditemukannya vaksin palsu yang diketahui ternyata telah diproduksi semenjak tahun 2003. Penemuan vaksin palsu yang berawal dari Kota Bekasi, Jawa Barat, ini langsung membuat berbagai kalangan dari pemerintahan atau bahkan dari kepolisian langsung bertindak cepat untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai hal ini. Sekretaris Dinas Kesehatan dari Kota Bekasi, Tety manurung, bahkan menyebutkan jika Kepolisian Kota bekasi dan juga Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Dari data yang dihimpun, diketahui jika vaksin palsu yang ditemukan di beberapa rumah sakit adalah vaksin untuk penyakit polio, tetanus, hepatitis B, BCG, dan juga campak. Yang menjadi masalah adalah, dikhawatirkan telah banyak anak yang mendapatkan vaksin palsu ini sehingga mereka pun tidak akan mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit berbahaya. Selain itu, pembuatan vaksin palsu yang ditengarai dilakukan dengan asal-asalan tanpa mengindahkan kesterilan juga berpotensi membuat anak yang memakai vaksin ini justru terkena virus atau bakteri berbahaya. Tety pun menyebutkan jika ada baiknya baik itu para pakar kesehatan atau masyarakat lebih baik dalam membedakan vaksin palsu dengan vaksin yang asli yang lebih aman dibedakan.

Ciri-ciri dari vaksin palsu yang sangat mudah untuk diketahui adalah:

  • dari kemasannya. Jika dibandingkan dengan vaksin asli, vaksin palsu akan cenderung lebih kasar kemasannya.
  • Selain itu, kode produksi atau nomor batch yang berasal dari vaksin palsu juga akan cenderung samar-samar dan tidak terlihat jelas sebagaimana pada vaksin asli.
  • Jika kita bandingkan antara vaksin asli dan vaksin palsu, tutup viral atau rubber stopper kedua vaksin ini juga cnederung berbeda warnanya, tampak tutup botol vial vaksin warna biru lebih pudar. Kotak kemasan  putih lebih buram atau lebih tidak cerah. Tulisan dalam kemasan lebih kabur. Pada leaflet atau brosur keterangan obat lambang vaksin lebih gelap dan tidak halus.

Pencegahan:

  • Tidak mudah membedakan vaksin palsu bila tidak ada pembeda yang asli. Vaksin yang palsu bila tidak ada pembedanya sangat mirip dengan yang asli. Dokter, perawat bahkan orang awam sangat sulit membedakannya. Sehingga untuk membedakannya masyarakat tidak terlalu penting karena sangat sulit mengetahui ciri ciri vaksin palsu.
  • Beli vaksin pada dokter dan rumah sakit yang terpercaya.
  • Jangan melalui orang atau pihak yang mengaku bisa mendapatkan vaksin murah dan mudah.
  • Jangan beli vaksin pada oknum perawat di rumah sakit bila transaksi jual belinya tidak melalui kasir rumah sakit resmi. Beberapa kasus vaksin palsu kedpatan membeli vaksin di perawat sebuah rumah sakit swasta yang terkenal ternyata palsu. Transaksi itu dilakukan secara perorangan tidak melalui kasir resmi Rumah sakit karena di duga penjualan tersebut binis perorangan dari perawat tersebut.
  • Ternyata vaksin palsu tidak selaalu berharga murah. Seorang pembeli vaksin palsu juga membeli dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan vaksin asli.

Mengutip Kompas.com, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, anak yang mendapat vaksin palsu seharusnya kembali diimunisasi.Sebab, mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit.

“Harus divaksin ulang. Kalau ini isinya hanya cairan, tentu tidak berfungsi sama sekali. Jadi, kita berikan ulang pada mereka,” kata Nila dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (24/6/2016) lalu.

Nah itu tadi sekilas info tentang Vaksin palsu, walaupun tidak berbahaya tapi disarankan untuk imunisasi ulang ya sahabat karisma. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.

“KARISMA SAHABAT ANAK HEBAT”

 

Sumber: https://mediaimunisasi.com/2016/06/24/kenali-ciri-dan-dampak-vaksin-palsu/